Penyaringan Kanker Serviks

Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah jenis kanker yang bermula di serviks, yaitu bagian berbentuk saluran yang menghubungkan bagian bawah rahim dengan vagina. Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang wanita di Malaysia.

Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh jenis tertentu dari human papillomavirus (HPV). HPV merupakan infeksi yang umum dan dapat menular melalui kontak seksual. Seiring waktu, infeksi HPV dapat berkembang menjadi kanker serviks. Oleh karena itu, skrining sangat penting untuk mendeteksi HPV dan kanker serviks sejak dini agar dapat ditangani secara efektif.

 

Unduh PDF

 

Apa Saja Gejala Kanker Serviks?

  • Perdarahan vagina yang tidak biasa (setelah berhubungan seksual, di antara periode menstruasi, atau setelah menopause)
  • Nyeri panggul atau nyeri saat berhubungan seksual
  • Keputihan yang tidak biasa (encer, berdarah, atau berbau tidak sedap)
  • Nyeri saat buang air kecil atau terdapat darah dalam urine
  • Kesulitan buang air kecil

Gejala lainnya meliputi:

  • Nyeri punggung atau kaki: Seiring perkembangan kanker, nyeri dapat muncul di bagian bawah punggung atau kaki
  • Penurunan berat badan: Penurunan berat badan tanpa disengaja dapat menjadi tanda kanker serviks stadium lanjut
  • Kelelahan: Rasa lelah terus-menerus yang tidak membaik meskipun sudah beristirahat


 

Skrining Kanker Serviks

Metode yang paling dapat diandalkan untuk mendeteksi kanker serviks adalah pap smear dan tes HPV. Gejala kanker serviks terkadang dapat menyerupai kondisi kesehatan lain yang lebih ringan, sehingga sebaiknya skrining kanker serviks menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin Anda. Baik pap smear maupun tes HPV dilakukan dengan mengambil sampel sel dari vagina menggunakan sikat kecil atau spatula. Meskipun metode keduanya serupa, perbedaannya adalah pap smear mendeteksi sel prakanker atau sel kanker, sedangkan tes HPV mendeteksi keberadaan human papillomavirus.

Panduan Skrining

Frekuensi pemeriksaan dapat berbeda tergantung pada usia dan riwayat kesehatan Anda.

Kelompok Usia  Rekomendasi Skrining*
Di bawah 30 tahun Skrining disarankan bagi wanita yang aktif secara seksual
30 - 65 tahun

Skrining awal: Pap smear setiap tahun selama dua tahun pertama.

 

Jika hasil awal normal: Pap smear saja setiap 3 tahun atau pap smear dan tes HPV bersamaan setiap 5 tahun. Sebagai alternatif, tes HPV saja dapat dilakukan setiap 5 tahun.

Di atas 65 tahun Skrining mungkin dapat dihentikan jika Anda telah menjalani skrining secara rutin dengan hasil normal. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi Anda.

*Wanita dengan riwayat kanker serviks, paparan DES sebelum lahir, infeksi HIV, transplantasi organ, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin memerlukan skrining lebih sering.

 

Apa yang Terjadi Saat Skrining Kanker Serviks?

Saat menjalani pap smear atau tes HPV, Anda perlu membuka pakaian dari pinggang ke bawah, kemudian berbaring di meja pemeriksaan dengan kedua kaki ditempatkan pada penyangga. Dokter akan memasukkan spekulum secara perlahan ke dalam vagina untuk melihat serviks. Selanjutnya, dokter akan menggunakan sikat kecil atau spatula untuk mengambil sampel sel dari serviks. Anda mungkin akan merasakan sedikit tekanan atau rasa tidak nyaman, tetapi prosedur ini seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit.

Setelah spekulum dikeluarkan, Anda dapat berpakaian kembali. Seluruh proses hanya memerlukan waktu beberapa menit. Anda akan diberi tahu ketika hasil pemeriksaan sudah tersedia, biasanya dalam beberapa hari hingga satu minggu.

 

Bagaimana Cara Mempersiapkan Diri untuk Skrining Serviks?

Sebelum pemeriksaan

Jadwalkan pemeriksaan pada hari ketika Anda tidak sedang menstruasi. Beri tahu dokter atau tenaga medis jika:

Anda pernah memiliki hasil pap smear/tes HPV yang abnormal atau masalah pada serviks sebelumnya

Sampaikan obat-obatan yang sedang Anda gunakan atau kondisi kesehatan yang Anda miliki

Selama 2 hari sebelum pemeriksaan, hindari:

Berhubungan seksual

Menggunakan tampon

Melakukan douching (membersihkan bagian dalam vagina)

Menggunakan krim atau obat-obatan vagina

Saat pemeriksaan

Kenakan pakaian yang nyaman dan mudah dilepas

Lakukan latihan pernapasan dalam agar tetap tenang

Setelah pemeriksaan

Anda mungkin mengalami bercak darah ringan atau kram ringan, tetapi seharusnya tidak terjadi komplikasi serius.

Jika rasa tidak nyaman berlangsung lebih dari beberapa menit atau Anda mengalami perdarahan selama lebih dari 24 jam, hubungi rumah sakit.

Jika hasil pemeriksaan Anda tampak abnormal, hal tersebut tidak selalu berarti Anda menderita kanker. Dokter akan mendiskusikan hasilnya dengan Anda dan menentukan langkah selanjutnya.

 

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Kanker Serviks?

Karena HPV merupakan faktor risiko terbesar untuk kanker serviks, beberapa cara terbaik untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks meliputi:

  • Vaksinasi HPV
  • Membatasi jumlah pasangan seksual
  • Menggunakan perlindungan saat berhubungan seksual
  • Melakukan skrining penyakit menular seksual (PMS) secara rutin

 

Seperti halnya pada sebagian besar jenis kanker, berhenti merokok dan menjalani gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko kanker.

Deteksi Dini adalah Kuncinya

Temui Spesialis Kami

Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Kami Hari Ini!

Dengan pengalaman selama puluhan tahun, dokter spesialis kami siap membantu Anda hanya dalam beberapa klik.

Buat Janji Temu Hubungi Kami
Consult our dedicated specialists today!