![]() |
Operasi Kanker PayudaraOperasi kanker payudara merupakan salah satu bentuk pengobatan kanker payudara yang melibatkan pengangkatan tumor melalui tindakan operasi. Operasi dapat dilakukan sebagai pengobatan tunggal atau dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti radioterapi dan kemoterapi. Operasi kanker payudara juga dapat menjadi pilihan bagi individu yang memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara, seperti mereka yang memiliki mutasi gen BRCA1 atau BRCA2, untuk mengurangi risiko berkembangnya kanker di kemudian hari. Terdapat beberapa jenis operasi kanker payudara. Jenis prosedur yang paling sesuai bagi Anda bergantung pada berbagai faktor yang akan dijelaskan oleh dokter Anda. |
![]() Lumpektomi
|
![]() Mastektomi
|
| Perbandingan & Detail | |
| Area yang diangkat | Lumpektomi: Sebagian payudara Mastektomi: Seluruh payudara |
| Operasi tambahan | Lumpektomi: Eksisi ulang pada margin jika batas jaringan belum bersih Mastektomi: Dapat mencakup operasi rekonstruksi |
| Pemulihan | Lumpektomi: Rata-rata beberapa hari hingga 2 minggu Mastektomi: Rata-rata 4–8 minggu |
| Radioterapi | Lumpektomi: Direkomendasikan Mastektomi: Tidak direkomendasikan kecuali terdapat keterlibatan kelenjar getah bening Berdasarkan karakteristik biologis tumor dan stadium |
| Lama rawat inap di rumah sakit | Lumpektomi: 1–2 hari Mastektomi: 3–5 hari |
![]() Pengangkatan Kelenjar Getah Bening Aksila
|
![]() Operasi Rekonstruksi Payudara
|
Operasi kanker payudara merupakan prosedur yang aman, tetapi tetap terdapat risiko kecil terjadinya komplikasi seperti:
- Masalah penyembuhan luka
- Nyeri
- Perdarahan
- Infeksi
- Limfedema (pembengkakan lengan)
- Seroma (penumpukan cairan di area operasi)
- Hilang atau berubahnya sensasi pada dada, bagian dalam lengan (akibat operasi aksila), dan payudara yang direkonstruksi
Beri tahu dokter Anda jika mengalami salah satu komplikasi tersebut.
Terapi Neoadjuvan
Terapi neoadjuvan adalah istilah untuk pengobatan yang diberikan sebelum operasi dilakukan. Bergantung pada karakteristik tumor, terapi neoadjuvan juga dapat mencakup terapi target.
Proses Pengobatan Konvensional
| Langkah 1: Operasi |
| Langkah 2: Terapi Adjuvan Pascaoperasi |
Proses Terapi Neoadjuvan
| Langkah 1: Terapi Neoadjuvan |
| Langkah 2: Operasi |
| Langkah 3: Terapi Adjuvan Pascaoperasi |
Apakah Anda Perlu Menjalani Terapi Neoadjuvan?
Secara umum, terapi neoadjuvan dapat dipertimbangkan jika tumor terlalu besar untuk langsung dioperasi atau telah menyebar ke kelenjar getah bening. Berdasarkan panduan pengobatan internasional, pasien berikut mungkin mendapat manfaat dari terapi neoadjuvan:
- Pasien kanker payudara HER2-positif atau triple-negative breast cancer (TNBC)
- Pasien dengan diameter tumor lebih dari 2 cm atau terdapat keterlibatan kelenjar getah bening
Terapi neoadjuvan dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk mencapai hasil pengobatan yang optimal. Manfaatnya antara lain membantu mempertahankan lebih banyak jaringan payudara normal dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup.
Mengecilkan Tumor
Terapi neoadjuvan dapat mengecilkan tumor sebelum operasi dan meningkatkan peluang untuk mempertahankan payudara.
Memantau Respons Tumor
Dalam terapi neoadjuvan, dokter dapat memantau bagaimana tumor merespons obat. Peluang pemulihan dan kelangsungan hidup lebih tinggi pada pasien yang tumornya menghilang sepenuhnya.
Operasi Menjadi Lebih Mudah
Terapi neoadjuvan dapat mengurangi tingkat kesulitan operasi dan menurunkan risiko komplikasi bedah.
Perawatan yang Dipersonalisasi
Berdasarkan respons pasien terhadap terapi neoadjuvan, dokter dapat memilih regimen terapi adjuvan pascaoperasi yang lebih dipersonalisasi dan efektif untuk membantu mengurangi risiko kekambuhan.
NutrisiNutrisi berperan penting dalam mendukung proses pemulihan Anda setelah operasi payudara. Selama periode ini, tubuh membutuhkan asupan nutrisi tambahan untuk membantu penyembuhan dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Untuk petunjuk pola makan khusus dan informasi mengenai asupan nutrisi yang direkomendasikan bagi Anda, diskusikan dengan dokter atau ahli gizi Anda.
|
![]() |
Mengatasi Mual/Muntah
⚠️ Mengatasi Mual Setelah Operasi
Gejala ini umum terjadi setelah operasi, terutama jika Anda sebelumnya menjalani kemoterapi atau radioterapi.
✓ Tips untuk Membantu Mengurangi Mual:
- • Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering: Konsumsi 5–6 porsi kecil daripada 3 porsi besar
- • Makanan yang mudah dicerna: Cobalah minuman protein, yoghurt, dan minuman nutrisi cair
- • Sup yang ringan: Kaldu sederhana dengan ayam dan sayuran lebih mudah diterima oleh lambung
Jika mual berlanjut, konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai obat antimual.
Olahraga
Tim perawatan kanker akan memandu Anda mengenai cara melakukan latihan yang tepat untuk membantu proses pemulihan. Olahraga penting untuk mendukung pemulihan setelah operasi kanker payudara.


Panduan Olahraga
1. Mulailah berolahraga sehari setelah operasi, kecuali dokter atau fisioterapis menyarankan sebaliknya
2. Mulailah latihan 30 hingga 40 menit setelah mengonsumsi obat pereda nyeri
3. Latih pernapasan dalam setiap kali Anda melakukan latihan
4. Lakukan latihan 3 kali sehari, setiap hari, hingga rentang gerak penuh pada lengan Anda kembali
5. Lakukan latihan setiap hari agar tidak lupa, misalnya setelah sarapan, makan siang, dan makan malam
![]() |
Latihan dalam Posisi Duduk/TelentangLatihan ini dapat dilakukan saat Anda duduk di kursi atau berbaring di tempat tidur. Saat tidak melakukan latihan, Anda mungkin merasa lebih nyaman dengan meletakkan lengan di atas bantal. 1. Mengepalkan Tangan Kepalkan tangan dan remas perlahan, kemudian buka jari secara perlahan dan rileks. 2. Latihan Pergelangan Tangan Topang siku dengan bantal. Biarkan tangan rileks dan lengan berada di sisi tubuh, kemudian tekuk pergelangan tangan ke depan dan ke belakang. 3. Putaran Bahu Angkat bahu perlahan ke arah telinga, lalu putar ke belakang. 4. Peregangan Siku Tekuk siku dan sentuhkan tangan ke bahu. Kemudian luruskan siku sepenuhnya. |
Latihan Berdiri
Latihan ini membantu memperkuat lengan serta mengurangi kekakuan pada otot dada dan bahu. Jika dilakukan secara rutin, Anda secara bertahap akan mendapatkan kembali rentang gerak normal pada bahu.
1. Peregangan Lengan
Satukan kedua tangan di depan dada dengan siku tetap dekat ke tubuh. Gunakan lengan yang lebih kuat untuk membantu meregangkan kedua lengan hingga siku lurus ke depan setinggi bahu, kemudian kembalikan lengan ke arah dada. Tarik tulang belikat ke belakang saat menarik siku ke belakang.
2. Mengangkat Lengan
Tetap rapatkan kedua tangan agar saling menopang saat Anda mengangkat lengan ke atas kepala. Pertahankan dukungan tersebut saat menurunkan kembali tangan ke arah pinggul.
3. Tangan di Atas Kepala
Dengan kedua tangan tetap saling menggenggam, letakkan di atas kepala. Perlahan rapatkan kedua siku, kemudian regangkan siku ke belakang. Usahakan menarik bahu ke belakang tanpa mendorong leher ke depan. Pada awalnya, latihan ini mungkin lebih mudah dilakukan sambil berbaring. Tahan selama 5–10 detik.
4. Tangan di Belakang Leher
Dengan kepala tegak dan kedua tangan saling menggenggam di belakang leher, regangkan siku ke belakang. Tahan selama 5–10 detik dan regangkan otot dinding dada. Hindari membungkukkan tubuh bagian atas saat melakukan latihan ini. Anda dapat beristirahat dalam posisi ini, tetapi pastikan otot dada tetap rileks. Latihan ini membantu meregangkan jaringan parut dan mendukung aliran cairan dari lengan.
5. Merayap di Dinding
Berdirilah menghadap dinding dengan jari kaki sekitar 20–25 cm dari dinding. Letakkan kedua tangan pada dinding setinggi siku. Gunakan jari-jari untuk merayap naik di dinding sejauh yang Anda mampu. Perlahan turunkan kembali tangan di sepanjang dinding lalu rileks. Tandai titik tertinggi dengan selotip untuk memantau perkembangan Anda.
6. Peregangan dengan Handuk
Gunakan handuk mandi ringan atau kain. Pegang salah satu ujung dengan tangan yang sehat dari atas bahu dan ujung lainnya dengan tangan di sisi yang dioperasi pada ketinggian pinggul di belakang punggung. Dengan gerakan seperti katrol, tarik handuk sejauh mungkin melintasi punggung, seperti saat mengeringkan punggung dengan handuk. Tahan selama 5 detik lalu ulangi.
Latihan Setelah PemulihanSetelah pulih dari operasi, Anda dapat melakukan sebagian besar olahraga ringan yang tidak memberi beban pada lengan. Mulailah dengan berjalan cepat atau menggunakan sepeda statis tanpa bertumpu pada lengan. Olahraga lain yang tidak terlalu membebani lengan antara lain tai chi, qigong, dan yoga ringan. Selama 6 minggu pertama setelah operasi payudara, Anda dapat melakukan pekerjaan rumah tangga ringan dalam waktu singkat dengan jeda istirahat di antaranya. Aktivitas yang lebih berat dapat dilakukan setelah 6 minggu, kecuali dokter atau fisioterapis menyarankan sebaliknya. |
![]() |
Temui Spesialis Kami
Professor Emeritus Dato' Dr Yip Cheng Har
Konsultan Bedah Payudara
Dr Harjit Kaur
Konsultan Bedah Payudara Onkoplastik & Bedah Endokrin
Dr Ng Char Hong
Konsultan Bedah Payudara
Dr Normayah Kitan
Konsultan Bedah Payudara & Endokrin







